cerpen

Cerpen
KARYA : ELINA CAHYANI
KELAS : XI.IPS 1
SMA DAYA UTAMA.
Disuatu sudut.
Jantung ku berdetak kencang hingga seperti dikejar amukan masa. Detaknya terdengar, hingga keluar. Hari ini aku melihatnya, disuatu sudut yang sama dengan ku. Aku melihatnya dia tersenyum kepada ku, entah aku merasa terlalu percaya diri atau memang ia tersenyum kepada ku ? . Entahlaaah....
 aku melihat dengan jelas senyuman itu, betapa manisnya senyumannya hingga membuat diri ku seakan melayang. Aku tau itu hanya sebuah senyuman, tetapi menurut ku itu adalah moment yang sangat langka untuk ku.
Kenapa sangat langka? Karena ia adalah sosok yang sangat dingin, tidak akan perduli akan sekitarnya dan tidak mau mementingkan orang-orang yang membicarakannya. Tetapi kali ini ia tersenyum sepada ku dengan begitu manis.
Hingga tanpa sadar aku membalas senyumannya, padahal aku tidak tau ia tersenyum pada ku atau kepada yang lain. Tetapi aku merasa ia tersenyum kepada ku. Betapa percaya dirinya diri ku ini, tetapi aku sangat merasa ia tersenyum kepada ku, karena hanya aku yang sedang memandangnya.
Setelah membalas senyumannya aku menoleh ke arah depan untuk melihat pertunjukan yang baru saja dimulai. Aku melihat ada dua orang anak kecil yang sekiranya berusia 7 dan 9 tahun itu sedang memainkan dua alat musik yang sangat terampil, dan menghasilkan suara yang begitu merdu hingga tanpa sadar aku hannyut dalam irama musik itu.
Meniknati alunan musik yang merdu itu, seakan membawa ku ke depan kebahagiaan. Musik itu berputar – putar dalam otak ku, mengingat ada sebuah memori yang kosong dalam pikiran ku, aku begitu menikmati irama musik itu yang dimainkan oleh ke dua anak kecil tersebut.
Hingga tanpa sadar aku teringat akan satu moment yang begitu penting dalam hidup ku, yaitu sebuah senyuman yang di senyumkan oleh seseorang yang aku anggap sebagai orang yang begitu sepesial.
Aku menoleh kembali kearah sudut itu untuk melihat orang yang tadi tersenyum kepada ku tetapi ia sudah tiada ditempatnya. Hal tersebut membuat ku untuk mencari keberadaannya, hingga kepala ku mengkelilingi bangunan tersebut, sampai akhirnya aku tidak mendapatkan dirinya berada.
Alunan musik tersebut yang dimainkan oleh dua anak kecil tersebut berhenti. Aku tersadar ternyata aku mencarinya. Perfomance ke dua anak kecil tersebut mendapatkan tepuk tangan dari para penonton yang sangat riuh, karna perfomance ke dua anak kecil tersebut sangat mengagumkan dan berkesan.
Hal tersebut membuat orang – orang berjerit histeris karna kagum atas apa yang dia main kan di atas panggung tersebut. Kedua anak kecil itu sungguh berbakat atas apa yang telah ia tunjukkan kepada penonton tersebut hingga ia sangat pantas mendapatkan apresiasi yang bagus dari para penonton.
Hingga pertunjukan berlangsung akupun keluar dari area tersebut. Aku tidak sadar ketika keluar dari acara tersebut ternyata ia sedang berdiri di samping pintu keluar. Sedang menatap orang – orang yang berlalu – lalang melewatinya.
Aku ingin menyapanya tetapi aku urungkan karna takut aku mengganggunya. Akhirnya akupun keluar dan mencari tempat duduk. Aku duduk dibawah pohon ang rindang menatap kearah langit yang begitu cerah dan indah warnanya. Aku sedang memikirkan hal apa saja yang terjadi pada ku ini, hingga akhirnya aku mendengar ada seseorang yang menyapa ku.
“ heii...”
Aku menoleh dan melihat ternyata orang yang menyapa ku adalah orang yang sedang aku pikirkan, aku kemudian kembali dalam fikiran ku kembali dan bertanya – tanya apakah ini nyata atau hanya fikiran ku yang sedang memikirkannya ?
“ woi malah ngelamun di panggil juga “
“ hah eh i...iya “ aku menjawabnya dengan terbata – bata
“ kenapa ka? “ tanya ku
“ gapapa Cuma lagi nungguin orang yang lagi dihapan aku ajah” jawabnya
Akupun bingung dengan apa yang dia ucapkan kepada ku. Akupun mulai bertanya kepadanya kembali.
“ emmm maksudnya ka ? ”
“ mau ngajakin kamu balik bareng” jawabnya lagi
Jawaban tersebut yang membuat ku semakin bingung dengan apa yang ia ucapkan.
“  ha? “
“ kamu itu budeg apa begosi dari tadi ditanya jawabnya hah heh hah ” katanya kembali.
Akupun hanya bisa menggaruk kepala ku dengan bingung karna apa yang ku lakukan itu adalah suatu hal yang sangat bodoh. Aku kembali melihatnya dan berkata
“ tadi itu kakak bicara apasi aku bingung”
“ ishhh dasar lemottt” ia menjawab.
“ aku ga lemot Cuma bingung “ elak ku kepadanya.
“ sama ajah, yaudah ayuuu baliknya bareng aku, aku yang anter kamu sampe rumah” perintahnya dan terus berjalan di depan ku tanpa menoleh kearah ku.
“ isshh ngajakkin bareng tapi ditinggal” gerutu ku kemudian dan entah kenapa tiba- tiba ia berhenti secara mendadak dan membuat ku merabrak punggungnya.
Dengan kesal aku memarahinya
“ kenapa berenti mendadak si “
“ ck udah lemot lelet juga, udah ayu cepet jalannya” jawabnya sambil terus jalan dan menggandeng tangan ku.
Akhirnya kami pulang bersama dari acara pertunjakan tersebut, aku pulang kerumah diantar olehnya hingga kerumah dengan selamat.



TAMAT.



Komentar